Senin, 08 November 2021

KENA TIPU DEH LO🤣 - Apa itu Paper Town? || Asal Usul

Balik lagi dengan gua yang punya suara tidak begitu bagus tapi mungkin bisa ini memberikan manfaat buat kalian semua. Semoga kalian sehat-sehat saja, baik-baik saja, dan dilancarkan segala aktivitas kalian hari ini. Aamiin.

Saat pertama kali The Fault in Our Stars muncul dan meramaikan ranah sinema dunia, menyebabkan air mata dan membuat banyak cewek-cewek mengidam-idamkan Ansel Elgort sebagai cowok impian mereka, hal yang sama juga ditunggu-tunggu untuk Paper Town rilisan 2015, adaptasi dari novel best-seller nya John Green, membawa Nat Wolff dan Cara Delevingne dalam satu frame bersama memerankan Quentin dan Margo.

BAB I

Latar Belakang

Paper Town adalah film romansa Amerika Serikat rilisan 2015 yang disutradarai oleh Jake Schreier, berdasarkan novel tahun 2008 dengan judul yang sama karya John Green. Film ini berkisah tentang petualangan Quentin atau biasa dipanggil Q dalam mencari keberadaan gadis yang ia cintai yakni Margo Roth Spiegelman yang hilang dengan misterius. Dalam pencariannya itu ia akan menjalin kembali keterikatan dengan sahabat-sahabatnya di akhir masa SMA mereka dan menemukan alasan kenapa ia mencintai Margo.

BAB II

Apa itu Paper Town

Untuk beberapa orang khususnya mungkin yang tidak tinggal di Amerika mungkin bertanya-tanya apa makna dari Paper Town yang kalau di bahasa Indonesiakan artinya kota kertas. Dan apa hubungannya dengan petualangan remaja SMA? Ya menurut John Green “Paper Town adalah kota palsu yang dibuat oleh pembuat peta untuk melindungi hak ciptanya”.

Pembuat peta membuat jalan palsu, kota palsu, dan jembatan palsu di peta mereka, jadi saat mereka melihat hal-hal tersebut di peta orang lain, mereka akan tahu kalau peta mereka telah ditiru. Dan hal ini telah berlangsung berabad-abad, bahkan hingga sekarang. Google maps dan Apple maps punya banyak paper streets dan paper towns. Google sendiri punya paper Town yang cukup terkenal yakni Argleton.

Lalu kembali gua tanyakan bagaimana konsep Paper Town ini berhubungan dengan petualangan remaja SMA? John Green melalui webnya menuturkan bahwa saat ia melihat peta, ia benar-benar menemukan Agloe, Paper Town atau kota fiksi terkenal dekat New York. Dari situ ia kemudian terpikir tentang Margo, sang Paper Girl yang banyak melakukan hal-hal yang hanya Margo yang bisa melakukannya, sebagai bentuk orisinalitas dari Margo seorang. John Green melanjutkan bahwa ia ingin orang-orang memiliki definisi Paper Town nya sendiri-sendiri dan yang kemudian akan memperkuat bayangan mereka tentang sosok Margo itu.

 

Dan tibalah kita di ending filmnya, di saat si Paper Girl mencoba menemukan jati dirinya di Paper Town. The Myth of Margo Roth Spiegelman dan bagaimana berita tentang dirinya menyebar luas.

Ada yang bilang pernah melihat Margo pentas di suatu teater di New York. Ada yang bilang Margo jadi pelatih selancar di Malibu. Ya itu semua kemudian membawa keyakinan baru untuk Quentin bahwa apapun yang sedang dilakukan oleh Margo, itu pasti hal yang luar biasa.

Tapi bagi fansnya tentu ending dari Paper Town yang memang terkesan ambigu itu dikelilingi oleh banyak alternatif ending. John Green mengatakan, bahwa untuknya rasa penasaran tentang akhir suatu penggalan kisah dari satu perjalanan hidup seseorang adalah kenikmatan dalam membaca. Dia mengambil penggambaran seperti betapa bebasnya kita berbicara tentang Harry Potter dan kehidupan anak-anak nya setelah pertempuran akbar Harry melawan Valdemort. Karena ketika pembaca mulai memikirkan tentang lanjutan suatu kisah menurut dirinya sendiri maka si penulis telah berhasil merajut masa depan. Karena kisah tidak akan baik bila dijabarkan secara lengkap dan menyeluruh hingga semua karakter tua dan akhirnya mati kan?

Jadi itu saja yang bisa gua share pada kesempatan kali ini. Kalian bisa senggol dan tekan tombol subscribe di bawah karena channel ini akan banyak menjelaskan tentang nilai suatu film dari sudut yang relate dengan kehidupan kita sebagai manusia tentunya.

Akhir kata, semoga kalian sehat-sehat saja

Selasa, 07 September 2021

Asal Usul Tekad Api di Naruto dan Bagaimana Naruto yang Udah Ngajarin Gua Banyak Hal

Jadi kemarin gua baru kelar nonton film Naruto Shippuden ke-3: Inheritance of the Will of Fire atau yang kalau di Bahasa indonesiakan, Naruto Shippuden ke-3: Mewarisi Tekad Api. Singkatnya, film ini menceritakan Konoha yang terancam diserang oleh desa ninja lainnya akibat ulah salah satu ninja pelarian dari Konoha yakni Hiruko yang memprovokasi desa ninja lainnya. Hiruko adalah seorang ninja Konoha yang berkhianat dan telah membunuh ninja-ninja hebat dari masing-masing desa ninja. Dan setelah mereka mengetahui bahwa Hiruko berasal dari Konoha, jadilah setiap desa ninja hendak menyerang Konoha untuk menuntut balas dendam.

Untuk mencegah hal itu, Kakashi yang adalah korban selanjutnya dari Hiruko bersedia mengorbankan dirinya sebagai bom untuk mati bunuh diri bersama Hiruko. Tapi tentu saja Naruto menolak pengorbanan Kakashi itu. Inti dari cerita ini adalah upaya Team 7 yakni Naruto, Sakura, dan Sai menghentikan Kakashi mengorbankan dirinya.

Mimpi Kakashi yang bertemu kembali dengan teman lamanya, Hiruko

Niat gua ngerewatch salah satu movie dari anime kesukaan gua ini datang setelah gua ngescroll tiktok dan muncul iklannya bili bili kalau Naruto udah available di aplikasi mereka dan cuplikan Naruto yang mereka iklanin yah cuplikan dari movie 3 ini. Akhirnya bermodalkan torrent gua nonton ulang film ini dan gua dapat merangkum sebuah script postingan ini sebanyak 1000 kata. Hal yang dulu pas gua masih kecil belum bisa gua lakuin.

Gua pengen cerita banyak tentang bagaimana anime ini telah membentuk karakter gua yang sedari SD kelas 2 nonton dan suka animenya. Postingan ini berkisah tentang Naruto dan tekad api yang ia pegang hasil pemberian dari nenek moyangnya yakni Asura Ootsutsuki, anak keduanya si Rikudou Sennin.

Bab I – Latar Belakang

Ketika seseorang berpikir tentang kata ninja stereotip, pasti pikiran kita tidak jauh dari perawakan seorang Ninja Hattori, dengan pakaian condong hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Namun Ninja atau di dunia Naruto dikenal sebagai Shinobi itu berbeda jauh dari perawakan itu. Meski ada pasukan khusus yang memang memiliki fungsi dan tugas untuk infiltrasi seorang diri, namun kebanyakan Shinobi di Naruto justru berpakaian penuh warna dan bekerja dalam kelompok. Daripada sendirian, shinobi utamanya di Konohagakure menghargai yang namanya kesetiaan satu sama lain dan setia kepada desa tempat lahir mereka. Ini lah tekad api yang dimiliki para Shinobi Konoha.

Tekad api adalah gagasan yang dibagikan di antara penduduk desa Konoha bahwa cinta dan kesetiaan adalah cita-cita yang harus dijunjung tinggi di atas segalanya. Hal itu yang kemudian banyak mengubah cara pandang para shinobi Konoha dalam melihat dunia meraka. Namun di awal kisah anime Naruto, dikisahkan ideologi ini mulai ditinggalkan menyusul kehadiran Naruto Uzumaki sang Jinchuriki Kyubi di sekitar mereka. Hal itu dilandasi atas memori kelam beberapa tahun lalu saat Kyubi mengamuk di Konoha dimana menelan begitu banyak korban termasuk kematian kedua orang tua Naruto yakni Minato Namikaze sang Hokage keempat dan Kushina Uzumaki si Jinchuriki Kyubi sebelum Naruto.

Pesan terakhir Minato dan Kushina untuk buah hati mereka sebelum berpisah tuk selamanya

Namun bukannya membenci desa Konohagakure yang sudah merendahkannya. Justru Naruto lah yang menghadirkan tekad api itu di dalam dirinya dan kemudian menyebarkan tekad itu ke seluruh temannya dan kemudian ke seluruh warga Konoha. Mimpi kecilnya untuk menjadi seorang Hokage adalah apa yang ia jadikan landasan bahwa Hokage adalah sosok yang akan didengarkan dan menuntun orang-orang di Konoha ke cahaya yang lebih terang daripada gelapnya kebencian. Mimpi itu yang banyaknya mengubah warga Konoha kembali memiliki tekad api di dalam dirinya.

Bab II - Pembahasan

Oke Tekad Api seperti yang gua katakan sebelumnya berasal dari Asura Ootsutsuki, putra kedua Hagoromo Ootsutsuki, sang sage of six paths dan para pendahulu Shinobi. Asura dan kakaknya yakni Indra Ootsutsuki sama-sama terlatih dalam seni Ninshu atau yang kemudian dikenal sebagai Ninjutsu. Meskipun sebenarnya Indra jauh di atas Asura dalam hal pengendalian Ninshuu, tapi hak waris kekuasaan Ninshuu justru jatuh kepada Asura. Hagoromo memilih Asura karena Asura adalah sosok yang dapat melewati keterbatasannya, dan kemampuannya untuk terhubung dengan orang lain melalui cinta dan kesetiaan. Indra tentu marah, mengingat dia adalah anak tertua dari keluarga Ootsutsuki. Perseteruan antara dua saudara itu tak terelakkan dan perang antara keduanya pun terjadi tuk merebutkan hak penerus Ninshuu.

Hal ini terus berlanjut bahkan sampai ke generasi berikutnya yakni masa perang antar klan terjadi dimana dua kekuatan paling kuat kala itu yakni Senju dan Uchiha adalah yang dipilih oleh Asura dan Indra sebagai tentara mereka. Asura bereinkarnasi ke tubuh Hashirama Senju sementara Indra bereinkarnasi ke tubuh Madara Uchiha.

Uchiha dan Senju menjadi dua kekuatan yang dipilih Indra dan Ashura.

Perseteruan antara dua saudara ini yang kemudian memunculkan dua ideologi utama di dalam dunia Naruto yakni Kutukan Kebencian yang ditanggung oleh klan Uchiha sebagaimana direpersentasikan melalui mata sharingan mereka melawan Tekad Api nya Senju yang ditularkan ke sepenjuru Konoha bahkan dunia.

Hashirama dan Madara mulanya setuju mengakhiri perseteruan antar ideologi ini dengan membangun Konohagakure, sebagai desa ninja pemersatu semua klan yang ada di Negara Api. Namun sama seperti pendahulu mereka, Madara kesal pada Hashirama karena Hashirama lebih dipilih sebagai Hokage Pertama Desa Konoha daripada dirinya, ia khawatir dengan Hashirama menjadi Hokage maka Uchiha akan makin dikucilkan. Madara pun membelot dan melawan Hashirama. Pertarungan besar itu yang melibatkan Kyubi berlapis Susanoo melawan Shinsusenju nya Hashirama berakhir dengan kematian Madara yang ditikam Hashirama dari belakang. Madara pun tewas.

Lanjut ke generasi berikutnya yakni masa setelah perang dunia ninja ketiga yakni masanya Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha. Mereka berdualah yang kemudian memutus mata rantai perselisihan antara Asura dan Indra melalui final battle mereka di lembah akhir dimana Sasuke setelah pertarungan itu mengakui kekalahannya dari Naruto dan bersedia menerima ideologi Tekad Api lagi.

Lalu bagaimana Tekad Api ini digambarkan di movie Naruto Shippuden ketiga? Movie ini bersetting setelah arc Kakuzu dan Hidan yang merenggut nyawa Asuma Sarutobi, guru tim 10. Naruto menentang rencana Konoha untuk mengorbankan Kakashi untuk bunuh diri dan mati bersama Hiruko karena itu berlawanan dengan ideologi Konoha selama ini yakni Tekad Api dimana kesetiaan antar teman adalah yang paling utama. Film ini juga banyak menyinggung quotes legendaris Obito Uchiha yang kalau di SMA gua dulu sering dijadikan alat untuk minta contekan ke orang lain hhhhh.

Dan disini rupanya digambarkan lebih lanjut tentang definisi tekad api yang sebenarnya. Bahwa Tekad Api itu bukan ideologi yang memiliki satu bentuk tapi pendefinisiannya tergantung dari orang yang menganutnya. Bagi Naruto, tekad api adalah berjuang bersama-sama dengan temannya. Sementara bagi Asuma dan Shikamaru, tekad api adalah berjuang tuk melindungi masa depan Konoha yakni anak-anak di masa sekarang. Jadi film ini sebenarnya memperlihatkan kita bahwa pola pikir mana yang akan lebih unggul, apakah pola pikirnya Naruto atau pola pikirnya Shikamaru? Dan semua itu terjawab setelah kalian menonton filmnya.

Bab III - Kesimpulan

Sekarang pertarungan antara dua ideologi besar di Naruto telah berakhir. Mungkin arwah Asura dan Indra sudah bisa beristirahat dengan tenang sekarang. Naruto mampu menunjukkan ke Sasuke bahwa cinta dan kepercayaan adalah bagaimana seseorang benar-benar bisa menjadi kuat, dan bahwa kebencian dan ketidakpercayaan hanya megarah pada rasa sakit dan kesengsaraan. Tekad api adalah apa yang memberi harapan dan kemampuan bagi penduduk desa untuk menghadapi kesulitan apa pun. Begitulah cara mereka menjadi kuat.

Okay, gua rasa itu aja dari gua. Thank u guys for your time. Semoga kalian bisa mendapatkan manfaat dari postingan ini. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman kalian yang juga penggiat Naruto biar pada tau makna tekad api tuh sebenarnya apa sih.

So Stay Healthy, and Stay Safe guys.

Selasa, 17 Agustus 2021

Asal Usul Venom - Symbiote paling terkenal di Marvel Universe

Dalam film Venom garapan Sony Studio, Tom Hardy memerankan Eddy Brock, seorang reporter yang dipermalukan karena mengejar berita yang seharusnya tidak ia kejar. Venomnya Tom Hardy tidak jauh berbeda dengan Venom yang diperkenalkan di Marvel Comics lebih dari 30 tahun yang lalu, sosoknya sebagai seorang anti-hero yang melindungi orang yang tak bersalah dengan segala cara namun kerap bertindak sebagai villain dengan mengancam keluarga dan sekutunya Peter Parker.

Jadi untuk menyambut film Venom 2: Let There Be Carnage yang bakalan rilis oktober tahun ini, mari kita ngomongin asal usul dari Venom sehingga kita bisa lebih gampang masuk ke cerita filmnya entar.

Sejarah asau usul Venom dimulai dengan makhluk yang akan menjadi Venom dilahirkan dari ras symbiote ekstra-terestrial yang hidup dengan merasuki makhluk lain. Parasit ini akan membuat korbannya memiliki kemampuan fisik yang superior dengan mengorbankan adrenalin mereka secara fatal. Menurut alur cerita Planet of the Symbiotes, symbiote Venom dianggap gila oleh rasnya sendiri setelah diketahui Venom ingin berkomitmen pada inangnya daripada menggunakannya. Symbiote tersebut kemudian ditangkap dan dipenjara di BattleWorld untuk memastikan bahwa ia tidak akan mencemari symbiote lainnya.

Dalam Secret Wars edisi ke-8, Spider-Man merusak kostumnya dalam pertempuran di BattleWorld dan diarahkan ke suatu fasilitas untuk membuat suit baru untuknya. Sebelum sempat mendapatkan suit baru, Spider-Man tersandung ke dalam modul incarceration tempat Symbiote Venom ditahan, ia kemudian mengaktifkan mesin yang melepaskan symbiote itu. Spider-Sense nya Spider-Man awalnya langsung aktif mengindikasikan bahwa symbiote Venom itu berbahaya namun akibat kontak pertama dengan si symbiote venom, seluruh tubuh Spider-Man langsung tertutupi dan langsung bereaksi menjadi suit baru untuk Spider-Man yang terinspirasi pada suitnya Julia Carpenter si Spider-Woman kedua. Yang membuat Spider-Man terkejut, bahwa suit barunya ini mampu meniru semua kemampuannya dan memberikannya jaring yang lebih kuat dan tak terbatas.

Setelah kembali ke Bumi, Spider-Man begitu menikmati suit barunya itu tetapi kemudian ia sadar berkat bantuan Reed Richards dari Fantastic Four, bahwa kostumnya itu adalah symbiote alien yang ingin menyatu secara permanen dengannya.

Dengan putus asa untuk melepaskan diri dari symbiote, Spider-Man menabrakkan dirinya ke menara lonceng gereja. Saat bel berbunyi untuk membunyikan jam, symbiote melemah oleh suara bel gereja dan melepaskan diri dari tubuh Peter Parker.

Symbiote Venom sebenarnya baik guys, dia itu masih sayang sebenarnya sama Peter, bahkan meski diusir oleh Peter pun, Symbiote Venom dengan kekuatannya yang tersisa menggeser tubuhnya Peter agar tidak ketabrak lonceng bel gereja. Spider-Man berpikir ini kalau Symbiote Venom sudah mati, terus dia ngebuat suit baru warna hitam untuk dipake gantiin suit Venom. Penolakan Spider-Man terhadap Venom itulah yang kemudian membuat Venom ingin membunuh Spider-Man, dan mempertemukan Venom dengan inang baru yang nampak lebih sempurna dari Peter Parker yakni Eddie Brock.

Eddie Brock adalah orang pertama yang menjadi Venom. Eddie adalah seorang reporter untuk the Daily Globe sebelum terungkap ia telah mengarang cerita tentang identitas asli Sin-Eater. Tak lama setelah ceritanya di terbitkan, Spider-Man mengejar dan menangkap Sin-Eater yang kemudian membuat Eddie malu karena beritanya hanya suatu kebohongan yang berimbas pada pekerjaan dan pernikahannya. Hal itu juga membuat Eddie sekarang bekerja sebagai penulis majalah gosip murahan. Mulai dari situ, Eddie sangat membenci Spider-Man.

Masih tidak mampu mengatasi kemalangan dirinya itu, Eddie berpikir untuk bunuh diri namun ia urungkan dan pergi ke gereja untuk berdoa memohon pengampunan. Sementara itu Symbiote Venom yang rupanya masih ada di gereja, begitu tertarik pada Eddie Brock. Symbiote Venom lalu melekatkan dirinya pada Eddie dan BOOM. Terlahirlah Venom dan membuat penampilan perdananya di panel terakhir The Amazing Spiderman Issue 299.

Ide orisinil Venom datang dari Randy Schueller, pembaca reguler Marvel Comics yang idenya itu lalu dibeli oleh Marvel seharga $220 di bawah arahan kepala editor Jim Shooter kala itu. Setelah itu, kisah Venom menjadi lebih gila dan menggila tentunya.

Setelah kalah dari Spider-Man, Symbiote Venom mendekati Mac Gargan alias Scorpion dan menawarkan kekuatan tambahan untuk mengalahkan Spider-Man. Mac Gargan setuju dan ia pun menjadi inang baru nya Symbiote Venom dengan harapan Symbiote Venom dapat membantunya mengalahkan Spider-Man dan mengamankan posisinya di Sinister 12, namun tetap saja dengan bantuan Superhero lainnya, Spider-Man tetap mengalahkannya.

Selama Siege of Asgard, Mac Gargan dipisahkan dari symbiote Venom. Symbiote Venom kemudian menjadi milik pemerintah AS dan disimpan di pangkalan rahasia pemerintah, yang dikendalikan langsung oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri atau Departement of Homeland Security atau yang disingkat DHS.

DHS cenderung menggunakan symbiote Venom untuk membuat tentara super bertenaga baru untuk membantu mereka melindungi negara. Setelah mencoba dan terus gagal karena symbiote Venom sulit terikat dengan beberapa kandidat. Hingga akhirnya DHS menemukan Flash Thompson sebagai orang yang mungkin cocok terikat dengan Venom. Flash menyetujui eksperimen itu dan menjadi Agent Venom. Tapi hei, Brock bakalan tetap jadi Venom kok dengan nama Anti-Venom.

Ya sekali lagi saat berdoa di sebuah gereja, Brock bertemu dengan Martin Lee yang kemudian akan dikenal sebagai Mr. Negative.

Setelah Matt Murdock membuktikkan di pengadilan bahwa Eddie Brock tidak bertanggung jawab atas setiap tindakannya sebagai Venom, Lee memberikan Eddie pekerjaan di dapur umum. Eddie lalu memulai hidup barunya sebagai juru masak dan melanjutkan kemoterapi untuk mencoba memerangi kanker yang hinggap di dalam tubuhnya.

Eddie yakin kankernya pasti kelak akan membunuhnya, namun saat ia bersentuhan dengan Mr. Negative, sisa-sisa Symbiote Venom yang masih ada di tubuhnya langsung bereaksi dan menyebabkan mereka terikat pada sel darah putihnya Eddie. Ini kemudian membuat symbiote jenis baru yang hidup di darah Eddie dan perlahan menyembuhkan tubuhnya Eddie dari kanker.

Suatu hari Mac Gargan yang merupakan Venom saat ini, sedang memburu Spider-Man, tetapi Symbiote Venom merasakan inang lamanya yakni Eddie. Symbiote Venom lalu meninggalkan Mac Gargan untuk berikatan kembali dengan Eddie, namun setelah melakukan kontak dengan kulitnya Eddie, symbiote baru dalam darahnya Eddie mulai bereaksi dan zat putih merembes keluar dari pori-porinya membuat Symbiote Venom pun tertolak. Beberapa saat kemudian symbiote baru itu benar-benar menutupi tubuhnya Eddie dan mengubah penampilannya, Brock kini menyatakan dirinya sebagai Anti-Venom.

Dan menyambut film Venom 2: Let It Be Carnage, kita akan sedikit ngebahas Carnage. Singkatnya Carnage itu adalah anaknya Venom, tapi please guys ketika gua bilang begini bukan berarti Venom ngentot dengan symbiote lain dan lahirnya Carnage. Fuck No! hapus deh pikiran-pikiran bokep kalian karena symbiote bereproduksi secara aseksual sekali per generasi.

Setelah lahir, keturunan Venom terikat dengan pembunuh berantai gila yakni Cletus Kasady dan kemudian berubah menjadi Carnage, sehingga menciptakan salah satu penjahat Spider-Man yang paling berbahaya, brutal, dan mematikan. Kita juga sebenarnya punya Toxin yakni anaknya Carnage dan berarti cucunya Venom. Tapi kita bahas lain waktu saja yakkk.

Jadi begitulah asal usul Symbiote khususnya Venom dalam Marvel Universe. Bermula dari Peter Parker yang asal make saja gak mau itu apaan sampe akhirnya membuat Venom punya keturunan dan keturunannya punya keturunan juga.

Senin, 12 Juli 2021

Asal Usul Alien di A Quiet Place (Planetnya hancur, makanya ke bumi)

Asal Usul Alien di A Quiet Place (Planetnya hancur, makanya ke bumi)

Salah satu dari banyak aspek briliant dari film thriller horror hit 2018 arahan John Krasinski yakni A Quiet Place adalah cara film ini dalam mendongeng. Tidak ada yang salah dari bagaimana film ini di deliver ke penonton. Tidak ada eksposisi yang tidak perlu, tidak ada prolog yang menjelaskan apa yang terjadi pada Bumi atau bagaimana monster sampai di sana. Film dimulai pada hari ke-89, setelah dalam tanda kutip “mereka” pertama kali tiba di Bumi, sehingga penonton ditempatkan pada pertengahan cerita yang telah berlangsung. Melalui lensa Krasinski yang cermat dan penampilan deretan cast yang luar biasa, gua bisa merasakan betapa emosionalnya ikatan pada keluarga ini. dan imbasnya, ketertarikan kita dialihkan dari keinginan mengetahui dari mana para alien monster ini muncul.

Tapi bukan berarti Krasinski tidak mengetahui siapa monster-monster itu dan darimana asal mereka saat Krasinski mengerjakan naskahnya. Dan alih-alih menjaga hal-hal tetap ambigu, Krasinski dengan legowo mengakui bahwa dia telah memetakan seluru latar belakang para alien, jika saja dia bisa mendekati film dengan pengetahuan sebanyak mungkin.

Krasinski pernah berbicara pada Empire Podcast pada April 2018, dan ia mengungkapkan asal-usul para monster di filmnya dan ia membenarkan kalau para monster itu memang benar-benar alien:

“Mereka benar-benar alien. Mereka dari planet lain. Di mana saya mengembangkan gagasan tentang mereka dan apa yang saya inginkan mereka terlihat seperti kebanyakan film alien yakni tentang pengambilalihan, makhluk yang bisa berpikir, dan bagi saya gagasan tentang pemangsa ini dan parasit adalah sesuatu yang dimasukkan ke dalam ekosistem dan menarik. Salah satu film favorit saya yang suka saya tonton adalah RocknRolla dan mereka menceritakan keseluruhan cerita tentang udang karang di Sungai Thames dan itulah yang saya maksud, pengenalan sesuatu yang tidak dapat ditahan.”

Salah satu film favorit saya yang suka saya tonton adalah RocknRolla dan mereka menceritakan keseluruhan cerita tentang udang karang di Sungai Thames dan itulah yang saya maksud, pengenalan sesuatu yang tidak dapat ditahan.”

Dalam mengembangkan latar belakang dari apa yang terjadi ketika alien pertama kali tiba, Krasinski menjelaskan kenapa dunia begitu kacau dan ia menggunakan perbandingan yang tepat:

“Saya ingat lelucon mengerikan yang saya katakan bahwa film ini harus menjijikkan dan menganggu tapi tetap benar, ini seperti melepaskan serigala ke pusat penitipan anak. Begitulah cara dunia merespon.”

Krasinski bekerja sama dengan ILM untuk mengembangkan desain monsternya, dan dengan demikian muncul alasan mengapa mereka terlihat seperti itu:

“Gagasan di balik semua itu adalah mereka pasti alien dan mereka adalah mesin yang sempurna secara evolusioner. Jadi idenya adalah jika mereka tumbuh di planet yang tidak memiliki manusia dan cahaya, maka mereka tidak membutuhkan mata, mereka hanya bisa berburu dengan suara. Mereka juga mengembangkan cara untuk melindungi diri mereka sendiri dari segala sesuatu yang ada di dunia mereka, itu sebabnya mereka antipeluru. Saya harus membuatnya masuk akal. Saya harus membuat batasan dan kelebihan dari monster yang saya inginkan, seketat peraturan keluarga.”

Dalam pikiran Krasinski, alien datang ke Bumi setelah planet mereka dihancurkan:

“Dan ide lainnya adalah kulit mereka yang anti peluru itu juga merupakan alasan mengapa mereka mampu bertahan dari ledakan di planet mereka dan kemudian bertahan di meteorit, karena mereka telah berevolusi menjadi antipeluru. Sampai mereka membuka diri untuk menjadi rentan, mereka benar-benar kebal.”

Sang filmmaker juga menjelaskan mengapa dia memutuskan untuk meniadakan segala jenis eksposisi dari film-film alien lainnya:

“Lelocan mengerikan bahwa ada serigala di pusat penitipan anak adalah bagaimana cara saya mau dunia merespon bahwa tidak ada yang namanya pidato penyemangat sehingga pemerintah berusaha untuk melawan. Saya mau orang-orang hanya berpikir untuk bertahan hidup. Bahwa kedatangan mereka dan berbagai kejadian setelahnya terjadi begitu cepat sehingga keselamatan Anda dan keluarga yang utama. Jadi mereka ditempatkan di suatu yang begitu menegangkan.”

Dan konsep itu berhasil! Film ini benar-benar brilian, di lain sisi gua saya suka keputusan yang dibuat Krasinski buat memotong segala jenis penjelasan yang tidak perlu, tapi cukup menarik juga mendengar cerita latar belakang yang dia buat untuk membenarkan keberadaan alien aka monster ini. Bahkan setelah A Quiet Place Part II rilis pun, tidak banyak menyentuh origin dari para alien dan tetap fokus pada karakter manusianya.