Jumat, 30 Juli 2021

Penjelasan Ending Film Interstellar (2014)

Christopher Nolan tidak pernah menghindar dari narasi yang tidak konvensional dan struktur cerita yang kompleks, kita bisa sebutkan contohnya alur cerita mundur yang terekam di film Memento. Mempertanyakan persepsi kita tentang realitas dan waktu di Inception, atau menyodok sifat identitas dan individualisme di The Prestige. Jadi ketika Nolan merilis Interstellar dimana kisah tentang upaya manusia untuk melarikan diri dari Bumi yang sekarat untuk sebuah rumah baru di antara bintang-bintang. Seharusnya itu menjadi suatu masterpiece baru dari Nolan.

Untungnya, bila kalian mengalami kesulitan memahami apa yang terjadi di ending film ini, gua punya jawabannya kok. Berikut gua bakal coba ngejelasin ending Interstellar yang aneh dan membingungkan ini.

a.      Kenapa Murph membakar ladangnya Tom?

Kembali ke Bumi, kedua anak Cooper yakni Murph dan Tom kini sudah dewasa. Murph menyadari kalau bumi dalam beberapa tahun ke depan sudah tidak dapat ditinggali lagi. Jadi dia ingin Tom berserta keluarganya ikut dengan Murph ke tempat persembunyian NASA dimana Murph sedang mengerjakan persamaan gravitasi yang kemudian memungkinkan manusia dapat mengevakuasi diri ke luar angkasa secara massal. Namun, Tom menolak ajakan Murph karena ia sudah tidak percaya lagi dengan NASA. Akhirnya karena kehabisan akal, Murph membakar ladang jagungnya Tom yang akan menarik perhatian Tom sembari Murph mengevakuasi keluarganya Tom ke NASA. Murph melakukannya karena ia tidak mau keluarganya Murph menderita karena keegoisannya Tom yang tidak mau meninggalkan tempat kelahirannya dan berharap dengan mengetahui keluarganya yang nyaman tinggal di NASA, Tom akan luluh dan tinggal juga di NASA.

b.      Kenapa Rencananya Dr. Mann gagal?

Untuk mencegah siapapun mengetahui kalau ia telah memalsukan data dari planetnya, Dr. Mann menyabotasi robot pintar miliknya karena menolak menyimpan data palsu dari Dr. Mann. Saat hendak diperbaiki, robot itu meledak, namun beruntung TARS dapat melarikan diri. Saat melarikan diri, TARS memberitahu Cooper dan Brand kalau data-data planet ini telah dipalsukan dan Dr. Mann telah pergi dengan menggunakan Shuttle nya Cooper kembali ke Endurance. Sial bagi Dr. Mann, TARS mengungkapkan kalau dia sudah menonaktifkan prosedur docking otomatis untuk shuttle, yang berarti meskipun Dr. Mann telah mencuri shuttle nya Cooper, dia tidak akan bisa merapat dengan Endurance.

Cooper dan Brand mencoba memberitahukan hal itu pada Dr. Mann, tapi Dr. Mann tetap bersikeras, dan benar saja shuttlenya Dr. Mann meledak dan membuat Endurance berputar tak terkendali.

Beruntung TARS dan CASE bisa membantu Cooper merapatkan shuttle miliknya Dr. Brand ke Endurance, sehingga mereka bisa kembali terhubung dengan Endurance. Namun, akibat ledakan tadi, bahan bakar Endurance terkuras cukup banyak membuat mereka terombang-ambing di angkasa.

c.       Apa Rencananya Cooper untuk bisa sampai ke Planet Edmunds?

Tanpa bahan bakar yang cukup, mereka jelas tidak dapat kembali ke Bumi atau pergi ke planetnya Edmunds. Cooper mengusulkan untuk menggunakan gravitasi gargantua untuk melakukan manuver seperti ketapel, yang akan mengirim Endurance dengan cukup inersia hingga sampai ke planet Edmuns. Tentu karena menggunakan gravitasi gargantua yang adalah lubang hitam, itu akan membuat mereka terdampak relativitas waktu hingga 51 tahun lamanya yang artinya beberapa menit yang mereka habiskan di sekitar gargantua itu sama dengan 51 tahun di Bumi. Tapi karena hanya itu satu-satunya cara untuk bisa ke planetnya Edmunds akhirnya cara itu dilakukan.

d.      Kenapa TARS dan Cooper membuang diri mereka ke Gargantua?

Dengan persediaan bahan bakar yang menipis, agar Endurance dapat melakukan manuver dengan memanfaatkan gravitasinya Gargantua, Endurance harus mengurangi bobotnya. Dan diputuskanlah shuttlenya TARS akan dikorbankan untuk tertarik masuk ke lubang hitam. Selain untuk mengurangi bobot Endurance, TARS diharapkan bisa mengumpulkan data kuantam dari dalam singularitas yang dibutuhkan ilmuwan NASA dalam hal ini Murph untuk menyelesaikan persamaan gravitasi yang memungkinkan manusia bisa mengevakuasi diri dari bumi.

Tapi karena bobot yang berkurang tidak begitu besar, Cooper memutuskan untuk ikut bersama TARS masuk ke dalam lubang hitam dan menyerahkan misi perjalanan ke Edmunds kepada Dr. Brand dengan harapan Dr. Brand dapat memulai membangun koloni manusia dengan sejumlah embrio yang ada di Endurance. Cooper tidak memberitahu keputusannya ke Dr. Brand karena ia tahu Dr. Brand pasti akan menolak ide itu, tapi agar misi Dr. Brand sukses, Cooper pun berkorban dan masuk ke lubang hitam bersama TARS.

e.      Bagaimana Cooper bisa selamat dari Lubang Hitam, dan kemana dia pergi?

Setelah jatuh ke lubang hitam, Cooper terus melaporkan apa yang ia alami ke TARS dengan harapan info itu dapat menjadi tambahan catatan untuk TARS. Tapi ajaibnya mereka bisa selamat dari lubang hitam dan terlempar ke perpustakaan interdimensional tak terbatas yang memungkinkan Cooper untuk melihat kembali di saat-saat berbeda di kamar tidur Murph saat Cooper pergi meninggalkan Murph.

TARS bilang kalau mereka berhasil melewati Gargantua karena dibantu oleh “Mereka”, makhluk misterius yang membangun lubang cacing yang memungkinkan Endurance melakukan perjalanan ke galaksi lain. TARS menyimpulkan “mereka” juga pasti telah membangun perpustakaan ini untuk membantu Cooper memahami realitas lima dimensi mereka. dan tentu saja, ini membingungkan, tetapi juga menyenangkan memiliki makhluk dunia lain di pihak kita.

f.        Kenapa Cooper melihat Murph di lubang hitam?

Pada awalnya Cooper mengira dia dibawa ke realitas lima dimensi mereka karena keinginan Cooper untuk melihat Murph yang sangat besar, tetapi TARS membantunya memahami bahwa “mereka” telah membangun realitas tiga dimensi ini untuk Cooper, sehingga Cooper bisa mengakses semua lima dimensi dengan cara dapat Cooper pahami.

Lalu apa tujuan mereka membawa Cooper kemari? Nah, Cooper menyimpulkan bahwa ia dikirim kemari untuk mengirim pesan kembali melalui waktu, menggunakan gravitasi, dan bahwa Murph harus menjadi orang yang menerimanya. Itu yang kemudian membuat Cooper sadar kalau bukan dia orang yang dipilih oleh mereka, tapi Murph. Murph adalah orang yang paling penting untuk menyelamatkan manusia. Perpustakaan ini dibuat untuk membantu Cooper memberikan putrinya informasi yang dia butuhkan, tepat saat Murph membutuhkannya.

Ini yang kemudian sejalan dengan dialog Cooper bahwa Mereka membawa Cooper ke perpustakaan bukan untuk mengubah masa lalu, tapi untuk mempengaruhi masa depan. Sebab, kan kita lihat ada scene dimana Cooper berharap ia bisa membuat dirinya di masa lalu agar tidak pergi ke luar angkasa tapi tetap saja ia tak bisa mencegah dirinya di masa lalu tuk pergi.

g.      Jadi siapa sih “mereka”

Setelah TARS mengumpulkan data kuantum yang akan dikirimkan oleh Cooper ke Murph melalui kode morse via perpustakaan lima dimensinya mereka, Cooper lalu kembali menyadari satu hal, bahwa mereka yang telah membantu umat manusia selama ini bukanlah makhluk luar angkasa, melainkan manusia dari masa depan.

Rupanya, di beberapa titik di masa depan, umat manusia akan begitu maju hingga di titik di mana kita dapat menavigasi melalui kelima dimensi. Manusia masa depanlah yang menggunakan gravitasi untuk membuat lubang cacing hingga memungkinkan NASA mengirim Endurance ke galaksi lain. Manusia masa depan juga yang menggunakan pemahaman mereka tentang waktu dan gravitasi untuk memastikan kelangsungan hidup mereka sendiri di masa lalu dengan membantu Cooper, Murph, NASA dan lainnya. Jadi pada dasarnya mereka yahh kita.

h.      Kekuatan Cinta

Saat akan mengirimkan data kuantum TARS ke Murph, TARS bertanya ke Cooper, bagaimana Cooper berencana mengomunikasikan informasi kompleks seperti itu dari dimensi lain. Cooper menjawab bahwa cinta lah kuncinya. memang kedengannya absurd, tapi dengerin gua. Di awal film, Cooper memberikan jam tangannya ke Murph, dengan janji bahwa saat dia kembali, Cooper akan menyocokkan jam tangan yang ia kenakan dengan jam tangan yang diberikannya ke Murph. Jadilah, untuk mengirimkan data kuantum yang kompleks itu, Cooper mengirimkan kode morse berisi data kuantum itu melalui jam tangan yang dia berikan ke Murph karena Cooper percaya Murph akan menyadarinya. Dan benar saja, Murph menyadari hal itu dan dia kemudian mengetahui bahwa hantu yang menganggunya semasa kecil rupanya ayahnya sendiri. dan begitulah keajaibannya terwujud.

i.         Kemana Cooper pergi di akhir Interstellar?

Di ending Interstellar, kita melihat Murph yang sudah sangat tua dan berada diambang kematian bertemu kembali dengan ayahnya. Setelah melepas rindu, Murph menyuruh ayahnya pergi karena ia tidak mau ayahnya melihat ia meninggal. Cooper pun pergi dan Cooper memutuskan untuk menyusul Dr. Brand ke planetnya Edmunds. Sementara itu, di planetnya Edmunds, Dr. Brand telah memulai misi kolonisasi dengan menggunakan embrio yang dibawa Endurance. Dr. Brand juga bersiap-siap untuk masuk ke hyper-sleep agar ia bisa tetap dalam kondisinya yang sekarang saat ada orang yang datang untuknya.

j.         Apakah Interstellar adalah film paradox?

Begitu Cooper menyadari bahwa mereka adalah manusia masa depan, maka kemudian timbul pertanyaan yang cukup besar. bagaimana manusia masa depan bisa menyelamatkan manusia masa lalu, jika manusia masa depan tidak bisa ada tanpa manusia dari masa lalu?

Ini teori yang dikenal sebagai “Bootstrap Paradox”, di mana penyebab suatu peristiwa ternyata hasil dari peristiwa yang sama. Tampaknya memang tidak mungkin, tetapi mungkin saja terjadi di dunia Interstellar. Mungkin semua manusia yang ada di bumi memang telah mati, tapi koloni yang di bawa Dr. Brand ke planet Edmunds berhasil bertahan, berevolusi dan akhirnya mengembangkan kemampuan untuk melakukan perjalanan melalui waktu dan mengubah masa lalu, sehingga menciptakan garis waktu yang baru sebagaimana diceritakan di filmnya.

Namun, mungkin ada ini penjelasan yang lebih sederhana yang tidak bergantung pada beberapa garis waktu: bahwa waktu di Interstellar itu tidak linear. Setiap karakter di Interstellar, selalu mencoba menjelaskan ke penonton kalau selama ini kita memahami waktu itu dalam pandangan yang sangat sempit, sehingga mungkin di masa depan pemahaman tentang waktu menjadi lebih luas lagi. Ini yang kemudian bisa saja menepis pemahaman tentang sebab-akibat terbantahkan, karena kan kita tahu kalau akibat tidak pernah terjadi kalau tidak ada sebabnya, tapi bagaimana kalau konteks sebab-akibat tidak berlaku dalam waktu di masa depan? Mungkin saja, waktu di masa depan itu tidak linear seperti yang kita pahami selama ini. dan pemahaman kita tentang konsep sebab-akibat yang mempengaruhi waktu menjadi bukti betapa banyaknya hal yang belum kita pahami.



Penjelasan Ending Film Knives Out (2019)

Film pembunuhan berliku-liku arahan Rian Johnson yakni Knives Out memiliki banyak kejutan, dan ending filmnya mengungkapkan tragedi sebenarnya di balik kematian penulis terkenal Harlan Thrombey (Christopher Plummer). Film tersebut dibintangi oleh Daniel Craig sebagai Benoit Blanc, seorang detektif swasta yang disewa untuk menyelidiki dugaan bunuh diri Harlan setelah pesta ulang tahun di rumahnya. Selama film, Benoit menemukan bahwa setiap anggota keluarga Harlan memiliki motif untuk membunuhnya, entah itu untuk menutupi perselingkuhan rahasia, atau mengamankan harta warisan yang akan diterimanya. Namun dikala masing-masing dari mereka bersalah atas satu atau lebih dosa, hanya satu dari mereka yang benar-benar memiliki niatan untuk membunuh Harlan, yakni cucunya sendiri, Hugh Ransom Drysdale (Chris Evans).

Knives Out mengejutkan penonton dengan menunjukkan bagaimana Harlan meninggal sejak awal-awal film. Diceritakan dia sedang diberi obat oleh perawatnya yakni Marta (Ana de Armas). Setelah memberi Harlan suntikan, Marta baru menyadari kalau ia telah salah memberikan dosis obat ke Harlan dengan memberikan Harlan dosis morfin yang sangat besar. Dan lebih sialnya, obat penawarnya hilang dari tasnya Marta. Mengetahui Marta akan disalahkan atas kematiannya dan mengakibatkan keluarganya Marta akan dideportasi, Harlan memberi Marta instruksi agar meninggalkan rumah dengan berhati-hati, agar ia tidak dicurigai.

Sebelum overdosis morfin membunuhnya, Harlan menggorok lehernya sendiri untuk membuat kematiannya terlihat seperti bunuh diri daripada kecelakaan. Namun ending Knives Out kemudian mengungkap bahwa kematian Harlan bukan karena kecelakaan. Hal ini terjadi karena tindakan Ransom yang bersengkongkol agar Marta tidak sengaja membunuh kakeknya. Seperti anggota keluarganya yang lain, Ransom telah dihapus dari daftar penerima wasiatnya Harlan, yang malah memberikan seluruh harta kekayaannya pada Marta. Tetapi bila Marta terbukti membunuh Harlan, maka wasiat itu akan batal dan semua kekayaan yang diterima Marta akan dikembalikan ke keluarnya Ransom.

Ransom tanpa sadar mengakui kejahatannya saat di ending Knives Out, karena kudung ketahuan akhirnya dia memutuskan untuk membunuh Marta saja sekalian, toh dia akan dipenjara juga. Tapi sialnya pisau yang diambilnya rupanya pisau mainan. Ransom pun diamankan dan keluarganya Harlan yang lainnya akhirnya harus pergi meninggalkan rumah. Film ditutup dengan Marta yang memandang rendah keluarganya Harlan yang ditendang keluar dari rumah mereka sendiri. namun, jalan menuju ending ini sedikit rumit, jadi mari gua urai secara detail.

1.      Bagaimana Harlan Thromney Terbunuh dan Siapa yang Membunuhnya

Jawaban harfiah atas pertanyaan ini adalah Harlan bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri dengan pisau. Tragedi kematiannya adalah bahwa Harlan sebenarnya itu gak overdosis mofin sama sekali. Ransom memang merencanakan agar Marta memberikan morfin berlebih ke Harlan dan Ransom juga mencuri obat penawarnya agar kakeknya itu tidak terselamatkan. Namun, ketika obat itu tak sengaja jatuh, Marta memberikan obat ke Harlan tanpa melihat nama obatnya karena dia sudah hapal berat dari obatnya Harlan sehingga dosis yang dia berikan ke Harlan sama sekali tidak salah.

Sepanjang film, Marta diliputi rasa bersalah karena percaya bahwa dia telah membunuh Harlan karena kecerobohannya memberi obat tanpa memeriksa label obatnya. Namun, justru hal itulah yang kemudian membuktikan kalau Marta tidak bersalah. Marta tahu dari konsistensi cairan obatnya Harlan, dan ia memberikan dosis yang tepat dari masing-masing obatnya Harlan berdasarkan instingnya. Seperti yang dijelaskan Benoit Blanc, dia melakukannya dengan benar dan dia tidak bersalah.

Meskipun kematian Harlan secara teknis dilakukan oleh dirinya sendiri, Ransom tidak diragukan lagi yang harus disalahkan. Jika dia tidak mengganti label obatnya, Marta tidak akan pernah percaya bahwa dia secara tidak sengaja telah memberi Harlan overdosis morfin, dan Harlan tidak akan bunuh diri untuk menyelamatkan Marta. Tetapi bahkan jika Ransom tidak bersalah atas kematian Harlan, Ransom tetap bersalah atas kematian pembantunya yang ia bunuh karena mengetahui kebenaran dari niatan jahatnya.

2.      Apa Rencananya Ransom dan Apa Hubungannya dengan Pembunuhan Fran

Rencananya Ransom sebenarnya cukup simple. Setelah ia mengamuk karena mengetahui dia tidak akan mendapatkan hak waris dari kakeknya, dia pergi dari rumah dan kemudian mendapatkan pencerahan untuk membunuh Harlan. Jadilah dia kembali ke rumah dan memanjat hingga ke lantai paling atas untuk menukar obatnya Harlan dan mengambil obat penawarnya. Namun saat hendak turun, dia kedapatakn sama nenek buyutnya yang kemudian kesaksian nenek buyutnya lah yang menjadi kunci terpecahkannya rencananya Ransom. Dan agar memperjelas kalau Marta yang membunuh kakeknya, saat pemakaman, Ransom menyelinap masuk ke rumah yang kosong dan mengembalikan barang curiannya itu dan kemudian secara anonim ia menyewa Benoit untuk menyelidiki kematian Harlan, karena ia percaya bahwa keterampilan detektifnya Benoit akan menyematkan Marta sebagai pembunuhnya.

Rencananya Ransom berantakan karena 3 hal yang ia tidak persiapkan sebelumnya. Pertama, ia tak sengaja ketahuan oleh pembantu keluarga mereka yakni Fran yang melihat Ransom menganti obatnya Harlan. Kedua, Ransom tidak menduga kalau obatnya akan jatuh dan Marta memberikan Harlan obat dengan instingnya. Ketiga, keputusannya Harlan untuk mati bunuh diri agar Marta tidak mendapat masalah. Setelah Marta mengakui telah membunuh Ransom, Ransom lalu menyadari kalau pun tes darahnya Harlan keluar, maka Harlan akan tetap dinyatakan tewas bunuh diri karena tes darahnya baik-baik saja artinya tidak kelebihan morfin sama sekali sehingga Marta tidak akan dianggap melakukan pembunuhan kepada Harlan dan keluarganya Harlan akan kehilangan seluruh warisannya Harlan.

Untuk memastikan bahwa Marta tetap dianggap sebagai pembunuh Harlan, Ransom lalu membakar seluruh lab autopsi mayat sehingga bukti bahwa Harlan tidak keracunan Morfin akan hilang bersama dengan lab itu. Namun, Ransom lupa kalau ada Fran yang mengetahui kebenarannya. Fran tanpa diketahui Ransom telah mengambil hasil tes darahnya Harlan dan kemudian mengancam Ransom dengan surat hasil tes darah itu. Ransom yang tidak mau sampai rencananya gagal lalu menemui Fran disuatu tempat dan membunuhnya dengan menyuntikkan Morfin dengan dosis tinggi pada Fran. Ransom lalu mengatur siasat agar Fran datang ke tempat Ransom membunuh Fran agar nanti Marta yang disalahkan atas kematiannya Fran.

Namun rencana barunya Ransom berakhir gagal juga, karena alih-alih membiarkan Fran tetap hidup, Marta justru memanggil ambulan untuk menyelamatkan Fran. Di rumah sakit, Marta mengakui semuanya pada Benoit dan menerima nasibnya. Ia juga mengingat tempat rahasia dimana Fran kerap menyimpan barang di rumahnya Harlan yaitu di jam di atas perapian. Jadilah, Marta menduga Fran menyimpan hasil tes darahnya Harlan disitu. Dan ketika Benoit melihat tes darahnya Harlan, dia baru menyadari kalau Harlan tidak mati karena overdosis morfin.

Benoit lalu menyuruh semua anggota keluarga untuk keluar kecuali Ransom. Ransom dihadapkan kepada Benoit dan Benoit mengungkapkan semua rencananya Ransom dari awal hingga akhir. Marta mendapat telepon dari rumah sakit kalau Fran masih hidup dan siap bersaksi. Karena sudah tidak ada jalan keluar lagi, Ransom pun mengakui kejahatannya. Dan tiba-tiba Marta muntah, yang kemudian mengindikasikan kalau Marta baru saja berbohong. Skefo Marta memiliki penyakit kalau dia berbohong dia akan muntah. Dalam kasus ini, dia bohong kalau Fran rupanya telah tewas karena overdosis morfin yang diberikan oleh Ransom.

3.      Makna Ending Knives Out yang Sebenarnya

Terlepas dari betapa suramnya kematianny harlan. Ending Knives Out berakhir dengan pandangan yang begitu optimis. Marta lolos dari jebakan atas pembunuhan Harlan dan ia tidak jadi masuk penjara karena pada akhirnya, dia orang yang baik. Dia awalnya mencoba untuk menutupi bagaimana Harlan mati untuk melindungi dirinya sendiri, dan keluarganya dengan cara mengikuti semua instruksi terakhirnya Harlan. Namun karena diliputi bersalah, apalagi ketika mengetahui Fran harus meregang nyawa karenanya, ia akhirnya mengungkapkan semuanya pada Benoit. Seandainya, Marta tidak menelepon ambulan untuk Fran dan tidak membeberkan rahasianya pada Benoit, mungkin saja Ransom bisa bebas dan Benoit tidak akan menemukan surat tes darah itu. kebaikan yang melekat pada Marta dilambangkan dengan fakta bahwa dia bahkan tidak bisa berbohong tanpa muntah.

Kerendahan hatinya Marta ini yang kemudian bertolak belakang dengan semua anggota keluarganya Harlan yang manja dan selalu mementingkan diri sendiri. Walt contohnya yang diperankan oleh Michael Shannon, ia menjalankan perusahaan penerbitan keluarga. Menantu perempuannya Harlan yakni Joni (Toni Collete) telah hidup manja selama bertahun-tahun dan bahkan melipat gandakan biaya SPP anaknya untuk sisanya dipakai untuk dirinya sendiri. Meg yang adalah anaknya Joni secara lahiriah progresif dan feminis berpura-pura menjadi temannya Marta tetapi hanya dengan sedikit dorongan, dia bisa jadi orang yang mau menang sendiri dengan memanfaatkan Marta. Linda merintis usahanya sendiri tapi dengan modal awal yang diberikan Harlan padanya. Ironisnya hanya Ransom satu-satunya anggota keluarga yang benar-benar bekerja untuk mendapatkan bagian dari kekayannya Harlan, sialnya usahanya Ransom itu adalah membuat rencana tuk membunuh Harlan.

Jadi Ransom memang sudah nyusun rencananya dengan keyakinan bahwa setiap orang termasuk Marta selalu mementingkan diri sendiri dan korup sama sepertinya. Tapi yang harus dilakukan Marta untuk menggagalkan rencananya Ransom adalah menjadi dirinya yang sekarang: Perawat yang baik, dan orang yang baik.



Rabu, 14 Juli 2021

Pembahasan Ending Darling in the Franxx

Salah satu bagian terbaik dari menonton anime yang bagus ya ending yang memuaskan. Ketika ending yang terasa aneh datang bersama alur cerita yang menemukan resolusi, rasanya seperti investasi yang berlangsung selama berjam-jam alias satu musim nontonnya terasa sia-sia. Itu hampir bisa merusak keseluruhan pengalaman dalam menonton.

Ambil contoh “Darling in the FRANXX”, anime mecha dengan aksi dan romansa yang nyaris setara itu bersetting di dunia masa depan distopia, dimana plotnya menceritakan anak-anak yang dibesarkan dengan tujuan tunggal untuk ngendaliin FRANXX, yang merupakan robot humanoid raksasa yang digunakan untuk memerangi senjata biologis yang disebut klaxosaurus. Anak-anak itu kemudian dipanggil parasit dan biasanya mereka saling dipasangkan dalam tim cowok-cewek untuk mengoperasikan franxx. Mereka juga memiliki hidup yang relatif pendek nih dan memang tidak diharapkan untuk bisa hidup sampai dewasa.

Fokus cerita pada anime ini terletak pada squad 13 dimana terdiri dari 5 pasangan, artinya 5 cowok 5 cewek, dengan karakter utama kita bernama Hiro. Di awal anime, diceritakan Hiro dan pasangannya yakni Naomi gagal saling terhubung dalam franxx mereka. Akhirnya Hiro kabur dan ia bertemu Zero Two yang saat itu sedang mandi di danau. Btw Zero Two telanjang waktu itu gaes, kalau mau liat nonton saja sendiri hahahahaha. akhirnya, kita mengetahui bahwa Zero Two memiliki darah klaxosaur di dalam dirinya, sehingga membuat Zero Two memiliki kekuatan khusus. Hiro tidak bisa menolak pesona Zero Two meskipun Zero Two dikabarkan sebagai “pembunuh pasangan”, karena setiap cowok yang dipasangkan dengan Zero Two pasti mati setelah 3 kali terhubung bersama. Hiro give a fuck about it, dan bersama Zero Two mereka melawan klaxosaurus dan belajar lebih banyak tentang cinta, kehidupan, dan persahabatan. Meskipun anime ini memiliki rating yang relatif bagus sebenarnya, tapi secara umum orang-orang sepakat kalau ending cerita Darling in the Franxx mengecewakan, dan pada akhirnya membuat para wibu memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Disini gua bakal coba ngebahas pertanyaan-pertanyaan itu.

1.      Masalah dengan VIRM

Mereka yang kecewa dengan ending Darling in the Franxx umumnya setuju bahwa anime ini diakhiri dengan terburu-buru. Alasan utamanya karena hanya beberapa episode sebelum final episode, musuh baru muncul entah dari mana. Musuh yang gua maksud adalah VIRM. Kemunculan VIRM tidak hanya membingungkan penonton, tetapi juga menimbulkan lebih banyak pertanyaan yang tidak pernah terjawab. Karena VIRM disebut tidak bisa dihancurkan, lantas apakah Hiro dan Zero Two pada akhirnya bisa mengalahkan mereka? Jika demikian, bagaimana mereka berhasil melakukannya? Dan mengapa VIRM tidak diperkenalkan di awal seri?

Banyak fans yang kemudian membawa pertanyaan ini ke reddit, dimana salah satunya adalah seorang pengguna bernama Chillibby mengungkapkan ketidakpuasannya dengan twist ending Darling in the Franxx. “Saya pikir anime ini melakukan pekerjaan dengan benar untuk membangun dunia dan sistem mereka, menjelaskan bagaimana setiap ras berinteraksi dan sejarah di balik mereka. dan kemudian boom, tidak ada yang penting. Selama 3 episode terakhir pada dasarnya kita menemukan alien adalah masalah sebenarnya selama ini dan kita idiot tidak mengetahuinya.”

Meski tidak sedikit juga yang tidak mempermasalahkan penambahan musuh baru secara tiba-tiba ini, namun hal ini masih merupakan salah satu aspek paling kontroversial dari anime ini.

2.      Anime vs Manga

Banyak anime yang dicintai adalah adaptasi dari manga populer. “Darling in the Franxx” berbeda karena animenya benar-benar datang duluan, baru kemudian creatornya membuat versi manganya mungkin karena reaksi penggemar yang tidak begitu suka ending darling in the franxx. Faktanya Darling in the Franxx memiliki beberapa perbedaan antara versi manga dan animenya. Yang paling utama tentu pada bagian endingnya, dimana versi anime, Hiro dan Zero Two ngorbanin dirinya buat kehidupan teman-teman mereka di bumi dengan cara ngancurin planetnya VIRM. Meskipun pada after kredit scene animenya ada tuh dua bocah yang kayaknya reinkarnasi Hiro dan Zero Two karena perawakannya yang sangat mirip dengan Hiro dan Zero Two.

Di manga, tidak ada itu pertarungan di luar angkasa antara parasit melawan VIRM. Sebaliknya, ketika 001 yang juga dikenal sebagai Putri Klaxosaurus tewas, dia akhirnya ngeliat keindahan dalam hidup dan mempercayakan Bumi pada Hiro dan Zero Two dan memberikan kekuatan hidupnya buat memulihkan bumi. Jadi, di manga Hiro dan Zero Two masih hidup, bahkan mereka bersumpah buat hidup bareng selamanya. Perbedaan mencolok ini yang kemudian menunjukkan bahwa anime yang menawan bisa saja hadir dengan ending yang lebih memuaskan sebenarnya.

Perasaan ini sama kayak ending Naruto tahu gak kalian? sudah capek-capek ini dari awal anime Naruto Shippuden sampe akhir-akhir arc Perang Dunia Shinobi kita ngedevelop karakter Madara yang OP abiss, ehh taunya dia itu hanya boneka dari Kaguya Ootsutsuki, ibunya si pendeta melayang kita. Yahh kan nyebelin. Kita maunya liat Naruto vs Madara sebagai big boss, ehh malah dikasih tante-tante.

Back to the topic

3.      Aspek Reinkarnasi yang kontroversial

Seperti yang gua bilang sebelumnya, ending Darling in the Franxx nampilin Hiro dan Zero Two bereinkarnasi menjadi anak-anak. Meskipun wajah dua anak ini tidak diliatin, tapi penampilan mereka benar-benar identik dengan Hiro dan Zero Two. Ending yang begitu pahit sedikit terobati dengan kehidupan baru mereka yang mungkin bahagia bersama dalam tubuh anak-anak ini.

Di lain sisi, beberapa fans gak begitu suka dengan aspek reinkarnasi ini. mereka terus bilang kalau pada dasarnya anak-anak itu ya orang yang berbeda, yang kemudian menimbulkan pertanyaan apakah dua bocah ini bakal hidup bahagia? Atau takdir bakalan misahin mereka lagi?

Final episode darling in the franxx ditutup dengan kalimat “and a new story begins”. Gua hanya berharap sih semoga cerita baru mereka ini bisa berakhir lebih bahagia.

4.      Akankah ada Darling in the Franxx season 2

Karena Hiro dan Zero Two sudah mati di ending darling in the franxx, menurut gua kayaknya gak akan ada season 2 dari anime ini. Namun, 2 bocah yang gua omongin sebelumnya mungkin bakal membuka harapan baru untuk season 2 nya dan lebih fokus membahas upaya mereka untuk hidup bahagia bersama lagi. Tapi karena animenya sendiri selesai pada tahun 2018 dan belum ada pembicaraan nyata tentang season selanjutnya, jadi gua sih gak terlalu berharap.

Jika kalian ngebutuhin ending yang lebih bahagia buat Hiro dan Zero Two, untungnya nih ada versi manganya yang sedikit menambal kekecewaan kalian. Tapi kalau gua sih gak terlalu mempermasalahin ending anime ini, justru ending kayak begini yang menurut gua yang paling bener karena keberadaan klaxosaurus menurut gua jadi reasonable dibandingkan versi manganya. Tapi terlepas dari endingnya yang menjadi bahan diskusi banyak wibu di luar sana, anime ini tetap highly recommanded buat kalian semua!

Senin, 12 Juli 2021

Penjelasan Ending 'Arrival'

Penjelasan Ending 'Arrival'

Konsep tentang luar angkasa pada dasarnya sangat rumit. Dalam film seperti Ad Astra, 2001 A Space Odysse, dan Interstellar dimana aturan tentang ruang angkasa terus dipertanyakan. Tapi ada satu elemen yang selalu menjadi fokus di setiap film tentang luar angkasa yakni waktu. Entah film tentang astronot yang terjun ke wilayah kosmos yang belum dipetakan, atau sekedar melakukan ekspedisi ke bulan, satu hal yang pasti bahwa waktu berfungsi secara berbeda di ruang angkasa.

Drama Sci-Fi tahun 2016 karya Denis Villeneuve yakni Arrival membawa studi waktu ke tingkat yang lebih baru lagi. Mengadaptasi cerita pendek Ted Chiang berjudul “Story of Your Life”, Villenueve dan penulis skenario Eric Heisserer menganggap film ini sebagai kesempatan mereka mengemukakan makhluk apa yang mungkin bisa mengajari kita tentang waktu, jawabannya adalah makhluk luar angkasa. Dengan menggunakan struktur naratif abstrak yang halus, mereka mempertimbangkan apa perbedaan antara bagaimana kita diajarkan untuk berpikir tentang waktu dan bagaimana hal itu benar-benar terjadi.

Arrival dimulai dengan berita bahwa ada 12 pesawat alien yang tiba-tiba muncul di Bumi. Ahli bahasa terhormat yakni Louise Banks yang diperankan Amy Adams direkrut oleh militer Amerika Serikat untuk mengunjungi salah satu lokasi pendaratan pesawat alien dan berusaha berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa yang ada di pesawat alien itu. Dia bekerja sama dengan fisikawan bernama Ian Donnelly yang diperankan Jeremy Renner sang Hawkeye, untuk meneliti bahasa makhluk yang kemudian dipanggil sebagai “Heptapod”. Heptapod berkomunikasi menggunakan zat tinta yang mereka tempelkan di kaca pesawat luar angkasa mereka.

Di akhir film, Louise telah menggunakan keahliannya untuk berhasil menguasai kosakata alien, dan dia membagikan kunci bahasa yang dia buat pada kelompok ilmuwan dan negara dimana pesawat luar angkasa yang lain mendarat. Tetapi ketika China dengan tim ahli bahasa mereka berhasil menafsirkan kata dari Heptapod yang berbunyi ancaman, otoritas China lalu memutuskan hubungan informasi mereka dengan negara lain yang kemudian mulai banyak diikuti oleh negara-negara lain juga.

Situasi berada di luar kendali. China mengeluarkan peringatan kepada Heptapod berisi ultimatum apabila Heptapod tidak pergi dari wilayah China, maka China akan menghancurkan kapal Heptapod. Para pemimpin negara lain, mulai melakukan inisiasi yang sama dengan China. Kondisi itu sangat buruk, karena Ian menganggap, setiap negara harus saling terbuka dan saling berbagi informasi agar setiap bagian komunikasi dari si alien dapat disatukan untuk mengungkapkan pesan lengkap dari Heptapod.

Louise tahu bahwa sangat penting bagi penduduk Bumi untuk tetap melanjutkan hubungan mereka dengan Heptapod. Itu karena siapapun yang berkomunikasi langsung dan memahami bahasa Heptapod tidak bisa lagi melihat waktu secara linier. Itu lah yang terjadi pada Louise bahwa dari setiap kenangan anaknya yang ia lihat selama ini, rupanya itu bukanlah kenangan dari masa lalu melainkan penglihatan dari masa depan. Terungkap juga bahwa nanti Louise akan menikah dengan Ian, dan Ian akan meninggalkan Louise karena selama ini Louise merahasiakan kemampuannya dalam melihat masa depan.

Meskipun demikian, Louise tidak mengubah masa depannya. Dia tetap memastikan bahwa manusia dan alien harus terus hidup berdampingan dengan memberi tahu Jenderal tertinggi China yakni Jenderal Chang kata-kata terakhir Istrinya yang kemudian membuat Jenderal Chang percaya dengan perkataan Louise dan membatalkan rencana China menyerang pesawat luar angkasanya Heptapod. Setelah itu Louise melanjutkan hidup seperti yang sudah ia ketahui. Ia menikah dengan Ian, punya anak yang kemudian diberi nama Hannah, dan Hannah meninggal di usia belia karena kanker.

Untuk benar-benar memahami kompleksitas waktu di film ini, pertama kita harus terbiasa dengan Sapir-Whorf Hypothesis, yang dikemukakan Ian pada scene pertamanya di film ini. Dikemukakan pertama kali oleh Edward Sapir pada tahun 1929, teori itu menunjukkan bahwa ada hubungan kuat antara bahasa, budaya, dan pikiran seorang penutur dalam membentuk pengalaman kita tentang dunia. Ini memanifestasikan dirinya dengan cara yang jelas dan halus dalam masyarakat kita. Salah satu contohnya bisa kita liat pada kategorisasi profesi berdasarkan gender, misalnya perbedaan antara aktor dan aktris yang kemudian menginformasikan cara kita memandang pria dan wanita secara berbeda.

Namun dalam Arrival, Sapir-Whorf Hypothesis diberi arti yang baru. Sebelum Louise sepenuhnya memahami bahasa alien, dia diberi petunjuk tentang pikirannya yang kerap memunculkan suatu kenangan. Semakin dekat dia memahami Heptapod, semakin banyak penglihatan yang dia miliki tentang Hannah. Dan di akhir film, Louise diberi tahu bahwa anak yang ada di kepalanya itu adalah anaknya dari masa depan, yang kemudian menjadi bukti bahwa otak Louise telah diperbaiki seiring ia mengetahui bahasa alien.

Tapi bukan tugas Heptapod untuk mengendalikan masa depan. Mereka bertindak sebagai entitas yang maha tahu dimana mereka memberikan manusia alat untuk melihat masa depan. Tentu saja, ini menimbulkan banyak pertanyaan filosofis. Apakah bahasa baru ini membuktikan keberadaan takdir? Atau apakah itu hanya mendorong sudut pandang eksistensial?

Jawabannya tergolong rumit sebenarnya. Pada akhirnya, kesimpulannya bisa keduanya. Meskipun tidak ada scene dalam film Arrival yang bertentangan dengan ramalan yang dimiliki oleh Louise tapi semuanya pada akhirnya adalah pilihannya Louise. Seperti ketika Ian melamar Louise, Louise bisa saja menolak lamaran Ian sehingga ia tak perlu melahirkan Hannah dan menerima kenangan-kenangan pahit yang ia tahu akan ia alami di masa depan. Dia menerima lamaran Ian karena ia ingin masa lalu berjalan seperti yang dia ketahui. Kedua pilihan ini dibuat secara independen, hanya dengan pengetahuan yang lebih besar karena sudah melihat masa depan sebelumnya.

Tidak pernah sepenuhnya dijelaskan kenapa Heptapod ingin datang ke Bumi dan memberikan bahasa atau alat penglihat masa depan ini ke umat manusia, tetapi kemungkinan mereka tahu bahwa alat ini akan membuat dunia menjadi lebih baik. Ketika berbicara tentang makhluk eksistensial seperti manusia, kita membutuhkan semua yang kita dapatkan dalam setiap keputusan yang kita ambil. Dan jika kita tahu sesuatu akan menjadi hal yang benar, kita pasti akan melakukannya. Dan ketika tahu bahwa tindakan kita akan berakhir buruk, kita bisa menghindarinya atau tetap menjalankannya yang kemudian membuktikan ketekunan cinta, kerapuhan, dan semua hal yang menjadikan kita manusia.

Apa Arti dari Ending 2001: A Space Odyssey

Apa Arti dari Ending 2001: A Space Odyssey

Stanley Kubrick adalah filmmaker yang menakjubkan karena selalu menantang para penonton di setiap level pada filmnya. Dia terkenal karena film-filmnya yang memukau dengan moral dan pertanyaan yang agung. Tapi ketika ia merilis 2001: A Space Odyssey, film itu berada di level yang berbeda. Hollywood tahu ending dari film ini lebih rendah bahkan terkesan berada di titik ambigu, tetapi untuk pertama kalinya, sebuah film mainstream meminta penonton untuk memilih ending dari filmnya berdasarkan kepercayaan yang mereka miliki.

Film ini sangat dalam, inspiratif, dan banyak menyebabkan orang membenci Stanley Kubrick.

Orang-orang menginginkan jawaban. Mereka ingin tahu apa yang harus diharapkan. Apa yang harus dipercaya. Dan ending 2001 tidak memberikan apa yang mereka inginkan. Tapi gua bakal bantu kalian buat kulik maksud ending dari 2001: A Space Odyssey ini.

Pada tanggal 5 April 1968, 2001: A Space Odyssey diputar di bioskop. Kubrick kala itu terkenal karena film-filmnya seperti Paths of Glory, Spartacus, dan Lolita yang diadaptasi dari novel karya Vladimir Nabokov. Film-film itu yang membuat Kubrick terkenal dan kemudian bertemu dengan Arthur C. Clarke. Pertemuan itu menghasilkan kolaborasi yang hebat kedepannya.

Judul asli dari film ini sebenarnya “A Journey Beyond the Stars”, tetapi diganti menjadi 2001: A Space Odyssey. Gua pikir, mereka mengganti judul filmnya karena ending dan opening dari film ini mencerminkan satu sama lain yang akan gua jelasin nanti.

Intinya kita bakal melompat dari era Pleistosen ke kabin pesawat ulang-alik sekitar 4 juta tahun kemudian. Kebanyakan orang bakal ingat peralihan era ini digambarkan melalui transisi match out yang magical. Transisi ini mungkin menjadi transisi editan terhebat sepanjang masa.

Filmnya berdurasi 3 jam. Banyak jeda. Hanya 40 menit scene yang berisi dialog. Bahwa di saat diputar dibioskop, yang kita lihat hanyalah kesunyian dan score yang mengguncang teater. Kubrick bermaksud membuat 2001 menjadi pengalaman visual dan kurangnya dialog membuat kita mengamati baik-baik setiap frame dan meminta makna apa yang ingin disampaikan?

Ketika 2001 dirilis, Pualine Kael dari The New Yorker menyebut film ini “tidak imajinatif secara monumental” tetapi sekarang kita bisa lihat bahwa film ini adalah karya terbesar Kubrick dan salah satu film paling signifikan di abad ke-20. Pada Academy Awards ke-41, film ini tidak menerima nominasi Best Picture. Meskipun Kubrick dinominasikan sebagai Best Director, tapi ia kalah saing dengan Carol Reed dengan Oliver! Sebagai film yang ia nahkodai. 2001 memenangkan satu Oscar untuk Best Visual Effects.

Tapi film ini memiliki ending yang masih dibicarakan orang hingga hari ini.

Jadi apa yang terjadi pada ending 2001?

Setelah Dave dan krunya pergi dari bulan menuju Jupiter untuk menyelidiki beberapa monolit misterius, sistem komputer mereka yakni HAL mengambil alih kapal. HAL membunuh semua orang di kapal kecuali Dave. Dave berhasil bertahan hidup, dan melanjutkan perjalanan ke Jupiter. Di sana ia bertemu dengan spesies makhluk yang sangat maju yang mencoba memberinya kenyamanan. Dave, terpesona oleh keberadaan mereka, Dave melihat dirinya menua dalam beberapa saat, mengikuti jejak warna, mati, dan terlahir sebagai anak bintang.

Anak bintang itu lalu dibuang ke bumi. Dan filmnya berakhir. HAH?

Saat ini kita sudah 20 tahun melewati tahun 2001 setting film 2001: A Space Odyssey dan kita sama sekali belum pernah ke Jupiter, dan ending film yang penuh teka-teki masih menghantui generasi yang menontonnya. Ada banyak orang berpikir 2001 adalah tentang kehidupan setelah kematian, atau betapa tidak ada yang benar-benar penting. Namun, beberapa orang lain mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Dave adalah mimpi Dave karena ia kehabisan oksigen di Jupiter.

Seperti yang kebanyakan sutradara hebat lakukan, Kubrick tidak suka memberikan jawaban terhadap filmnya. Dia bilang ia menghindari melakukan hal itu karena hal itu adalah tindakan bodoh dan mencederai karyanya sendiri. Kubrick menuturkan bahwa ending filmnya selayaknya kita ditempatkan di kebun binatang khusus manusia yang dibuat oleh alien untuk mempelajari kita. Dan ketika sudah selesai, kita diubah menjadi makhluk super dan dikirim ke bumi.

Pada 1968, Kubrick pernah di interview oleh Playboy. Ia mengucapkan:

“Anda bebas berspekulasi sesuka hati tentang makna filosofis dan alegoris film ini, dan spekulasi semacam itu merupakan salah satu indikasi bahwa film ini berhasil mencekam penonton secara mendalam, tapi saya tidak ingin membeberkan secara verbal road map untuk 2001, karena saya mengharapkan penonton akan merasa berkewajiban menonton film ini baik-baik untuk mengejar atau takut dia kehilangan inti filmnya.”

Kubrick ingin kalian memiliki jawaban yang rumit tentang apa arti film ini bagi kalian.

Coba kita ulik kembali, awalnya segerombolan monyet menemukan monolit dan mereka tidak tahu bagaimana cara menafsirkannya. Kemudian, monolit yang sama ditemukan di bulan, dan kita masih tidak bisa menafsirkan monolit itu. selama ini, dengan segala kemajuan teknologi, kita masih belum mengerti. Dan itu sama seperti 2001.

Bagaimana jika monolit itu hanyalah hal yang mendorong keyakinan pribadi kita tentang kehidupan yang telah kita jalani?

Saat kilatan warna muncul di hadapan penonton, gua pikir kita seharusnya mulai memikirkan tentang hidup yang sudah kita jalani. Apakah kita pernah melakukan kesalahan? Dan bagian mana dari hidup yang kalian inginkan lebih baik?

Nah, bagaimana jika kalian bisa menjadi lebih baik? Bagaimana bila misalnya setelah nonton film ini kalian selayaknya anak bintang yang terlahir kembali dan siap menghadapi tantangan di bumi dengan pengetahuan yang telah diperbarui. Karena hidup bukan tentang memahami monolit di depan kita, suatu hari nanti kita akan sangat maju sehingga kita akan memahami makna monolit itu juga.